Menu

Tips Informasi Online

Selamat datang di situs tips dan informasi online untuk keluarga

Memilih Popok Yang Tepat

Dalam memenuhi kebutuhan bayinya yang baru lahir ibu dan bapak pastinya akan sangat memerhatikan perlengkapan bayi yang diperlukan. Dalam persiapannya seringkali terjadi silang pendapat mengenai pilihan yang akan diambil. Tentu saja pilihan yang pada akhirnya diputuskan tersebut menitik beratkan pertimbangan tentang mana yang terbaik untuk si bayi. Untuk itu ibu dan bapak baru perlu banyak menyerap banyak informasi, mencari berbagai referensi, juga bertukar pendapat dengan kenalan atau kerabat yang sudah beprengalaman.

Misalnya saja perihal menggunakan popok sekali pakai sejenis pampers atau juga popok kain yang dapat dicuci dan digunakan kembali. Mana yang lebih baik. Jika kita mengingat ke masa lalu maka pampers dan produk sejenis lainnya belum ada. Dulu perlengkapan bayi yang mudah dan instan belum banyak dijual di pasaran. Maka dari itu popk kain biasanya direkomendasikan oleh orang-orang tua. Konon jika menggunakan produk popok yang sekali buang maka bayi yang baru lahir akan terkena ruam di sekitar selangkangannya. Tapi jika kita lihat kembali bayi yang baru lahir membutuhkan waktu istirahat yang cukup. dengan menggunakan popok kain maka setiap kali si bayi berkemih atau buang air besar maka ia akan menangis. Coba bayangkan jika hal itu terjadi secara terus-menerus, bukan saja orang tua yang akan kelelahan namun begitu juga dengan si bayi.    

Dengan menggunakan pampers dan produk sejenis lainnya, mungkin terjadi sedikit ruam, atau mungkin juga tidak. Tergantung jenis produk yang digunakan sesuai atau tidak dengan kulit si bayi. Memang mungkin hal ini membutuhkan biaya lebih ketimbang popok kain, tapi di sisi lain si bayi juga orang tua bisa bweristirahat. Karena seriap kali si bayi berkemih atau buang air besar maka tidak serta merta si bayi akan gelisah. Karena air kemih maupun kotoran bayi akan tertampung dulu pada pampers. Hanya pastikan saja untuk disiplin menggantinya setiap tiga atau empat jam sekali. Selebihnya mengenai pilihan mana yang baik diantara keduanya perlu ada diskusi dan kesepakatan yang mutlak lebih dulu diantara ibu dan bapak. Selamat mencoba.

Go Back

Comment