Menu

Tips Informasi Online

Selamat datang di situs tips dan informasi online untuk keluarga

Memilih Perangkat Elektronik untuk Mencuci

Untuk mendapatkan hasil maksimal dari pencucian, pilihlah mesin cuci yang bertipikal front load atau bukaan depan. Saat kita membeli alat elektronik yang satu ini sebaiknya kita mengenali karakteristiknya dan tidak memilihnya berdasarkan banyaknya tipe yang ada di masyarakat ataupun harganya. Kebanyakan masyarakat Indonesia cenderung untuk menggunakan mesin yang bertipe top load (bukaan atas) dua tabung. Menurut penelitian menunjukkan bahwa hampir 70 persen masyarakat Indonesia lebih senang untuk membeli mesin bertipe bukaan atas. Sisanya masyarakat memilih bukaan atas satu tabung sebanyak 25 persen dan bukaan depan hanya sebanyak 5 persen.

Pada mesin bertipe bukaan atas yang banyak digunakan masyarakat Indonesia, sebenarnya memiliki kinerja yang kurang maksimal karena hanya mampu mengeringkan cucian 80 persen saja, yang artinya harus dilakukan proses penjemuran lagi secara konvensional. Mesin bertipe ini juga lebih boros air, karena penggunaannya menyita air yang lebih banyak untuk merendam secara penuh cucian. Prinsip kerja bukaan atas adalah mesin baru mulai berputar jika cucian telah terendam air.

Untuk kinerja, sebenarnya mesin front load memiliki efisiensi yang lebih baik dibanding tipe top load. Gerakan mencuci yang paling baik adalah memutar dan seperti dibanting, itu merupakan prinsip kerja dari mesin bukaan depan. Dengan prinsip kerja seperti ini, air yang diperlukan menjadi lebih hemat dan juga takaran detergen yang dibutuhkan menjadi lebih minimal. Bukan hanya pada proses kerjanya, pada hasil cucian pun akan lebih optimal dan memuaskan. Dengan memahami karakter di atas, maka dapat kita simpulkan bahwa faktor yang mempengaruhi kebersihan pakaian kita bukan berapa banyak air dan deterjen yang kita gunakan. Akan tetapi, pada kualitas deterjen yang meski pun sedikit tapi pengaruhnya optimal dan kinerja dari mesin cuci dalam gerakan memutar-mutar pakaian yang kita cuci. Baca juga artikel menarik lainnya tentang Permainan yang Berbahaya Bagi Anak.

Go Back

Comments for this post have been disabled.